Jumat, 31 Desember 2010

andaikan tak bisa memilih

2011...
Awal tahun...
Mari mereview sedikit apa yang saya lalui...
Biar lebih asik, saya coba review dengan cara zodiak....

Umum:
Secara umum saya rasa tahun 2010 masiiiih seperti biasa, ada kenaikan dan ada juga penurunan. Mungkin saya masih bisa di bilang labil...
Ada hal yang membanggakan, menyenangkan, dan berarti...
Ada juga hal yang membuat saya menyesal, dan menurut saya itu kesalahan...

Karir:
Kuliah, mungkin itu lebih pantas... Cita2 saya untuk wisuda bulan agustus ternyata harus diundur krn masih ada yg belum selesai. Cara saya kuliah pun masih sama dengan tahun2 atau semester awal lalu. Lebih pantas saya sebut main2...
Band, menurut saya THE ALINE tahun 2010 mengalami banyak kemajuan, materi lagu, jam terbang manggung, sudah lumayan dikenal. Walau masih ada beberapa masalah internal yang seharus nya bisa diatasi (masalah kecil), banyak juga project2 yg tertunda.
Tapi overall kuliah saya masih kalah dengan band... Hehehe

Kesehatan:
Sakit parah terakhir saya alami bulan oktober,, sempet kena gejala typus. Selebih nya hanya sakit2 yg sehari-dua hari sembuh. Walo berat badan saya banyak turun drastis...
Hehehe

Asmara:
Jujur saya masih kurang mengerti soal ini...
Yang pasti saya masih punya cinta, dan masih tidak tahu apa itu cinta...
Jadi saya lakukan saja apa yang menurut saya masih bisa dilakukan.
Saya masih banyak kesalahan (semua org melakukannya)
Saya masih kurang bijak...
Lebih berani menghadapi resiko daripada pilihan...
Oh iya, rekor... Saya pertama kali pacaran sampe 1tahun.
Hehehe
Banyak hal yg termasuk pertama kali saya lakukan dalam hal percintaan...
Hehehe

Itu saja...
Semoga 2011 lebih baik

Rabu, 15 Desember 2010

aku memang (harus) begini...

Yang aku lakukan mungkin salah,,
Proses nya pun menyakitkan, tak meninggalkan manis sedikitpun.

Yang aku berikan mungkin tak indah,,
Hanya meninggalkan emosi dan air mata, tak bermakna sama sekali.

Yang aku pilih mungkin bukan mau mu,,
Dan mungkin membuat mu mengenal ku sebagai seorang pembohong yg egois, bahkan pemakai.

Yang aku katakan mungkin bukan syair indah,,
Tak pernah membuat mu tersenyum mendengarnya, bahkan kau muak dengannya.

Aku tak hadirkan diriku dalam rindumu...
Aku tak berikan ingin mu...
Aku salahkan benar mu...
Aku lukai...
Aku bohongi...

Benar,
Saat ini aku sedang berjalan dan salah..
Saat ini aku kehilangan arah. Untuk menuntun mu..
Aku kehilangan pelukan hangat ku..
Aku mengacak-acak kalimat dari syair nyata untuk jadi dongeng palsuu agar kau tersenyum
Aku benar-benar palsu...

Salah,
Jika saat ini aku tak mencintai mu...
Tak menyayangi mu
Jika saat ini aku ingin pergi darimu...
Ingin kehilangan mu
Jika aku sanggup melihat mu bersedih...
Melihat mu menangis dan kecewa

Dan,
Aku berharap aku bisa kembali di jalur ku...
Buktikan apa yang tak kau percaya
Obati perih luka mu
Aku berharap kamu...

Karena mungkin aku memang (harus) begini

Rabu, 20 Oktober 2010

Gambir, 20.44

*20.44,
aku kejar kreta yg jam 20.45. Aku lari dari parkiran motor stasiun gambir, aku tinggalin ayah ku yg ga kuat lari.
Aku kejar kreta ku..

Pnjaga loket bilang kreta dah mau brangkat, aku liat ke belkang, ayah coba lari nyusul aku.
aku teriak.. "Ayah, aku brangkat" ayah diem aja ngeliat aku, aku lari ke ayah, ambil tangannya, aku cium tangan, aku ga liat muka ayah.
langsung aku lari kejar kreta, naik tangga. Sampe diatas aku liat ayah dibawah..
*DEG cm itu yg aku rasa, aku langsung loncat ke kreta yg emang udah hampir jalan.
Aku buka hp ku. Ayah sms "hati2, nak"
Yg bisa aku lakuin skarang cuma nangis,
aku nangis, sesek dada ku.. Aku ga sempet bilang kalo aku kangen ayah.
Aku blom sempet liat mata nya waktu aku lari..
Cm itu kata2 dari ayah ku..

Gambir-tugu...

Kamis, 09 September 2010

takbir malam ini tak menangis

*Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar...
Saya cukup bahagia mendengarnya dibalik sedihnya bulan romadhon ku yang kurang maksimal..

iseng saya online YM, "BUZZ" oh, ayah saya.. Menyapa, menanyakan kabar dan basa basi...

Saya baru ingat, saya masih punya sosok nya.

Sejak umur 10 tahun, bagi saya ayah adalah sosok yang datang menghibur dan selalu hilang ketika saya membuka mata, sosok yang selalu saya tunggu ketika pulang kerja, dan sosok yang membuat saya yg masih 10 tahun nekat jemput dia di kantornya yang berjarak hampir 50km dari rumah (depok-thamrin) cuma karena memastika ia pulang kerumah.
Bagi saya ketika kecil, pergi dengan ayah saya merupakan hal yang benar-benar menyenangkan.
Dulu ayah sosok yang tertutup, ia tak pernah menunjukan bahwa ia sedang ada masalah, mungkin karena itu saya dulu menganggap ia hebat.

Malam ini, hari lebaran, saya ingin sekali ketemu dengan ayah saya..
Saya cuma ingin lihat wajah nya aja..
Saya cuma ingin bilang kalau saya kangen..

Sampai jumpa yah...

Rabu, 08 September 2010

lebaran ku, oh lebaran ku

Tadi malam banyak yang tanya kapan saya mudik, kapan saya ke jakarta, lebaran dimana saya, dan lain-lain.
Jujur, saya tidak tahu akan lebaran dimana. Saperti tahun-tahun yang lalu, lebaran bagi saya cukup dilema. Saya pasti bingung akan lebaran dimana dan sama siapa.
Tahun lalu, saya lebaran di tempat nenek, bekasi, dan tidak lebaran bersama ibu saya.
Tahun ini mungkin saya akan lebaran dengan ibu saya, dan ini pertama kali saya lebaran di jogjakarta. Dan saya memilih untuk meninggalkan janji dengan keluarga di jakarta.
Saya sadar, mungkin lebaran dengan keluarga besar udah ga mungkin lagi. Saya ga mungkin mengharapkan berlebaran dengan seorang ayah dan ibu, saya harus memilih diantara mereka. Bersyukur kalau kalian masih bisa menikmati nya. Hehe

Tapi, saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk bertemu lagi dengan bulan ini dan bisa berlebaran bersama ibu dan adik saya.
*maafkan saya, belum bisa berkumpul bersama kalian. Besar rasa rindu untuk nenek saya di makassar, nenek dan kakek saya di bekasi, adik-adik saya di depok, om dan tante saya yang tersebar di jakarta, saudara-saudara saya.
Dan untuk ayah saya..
Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir batin...
Semoga ada kesempatan buat ku untuk menjabat tangan kalian, memeluk kalian, dan ucapkan maaf lahir batin.

*for beloved ayah, ibu, adik-adik saya, nenek-kakek saya, dan semua saudara, teman-teman, serta pacar ku sayang..

Senin, 06 September 2010

tuhan berusaha, manusia menentukan

*hari itu ibu saya, dengan antusias cerita tentang kalimat yang baru dia kutip, "tuhan berusaha, manusia menentukan" dari seorang motivator Bpk. Yudho purwoko..

Pertama denger, saya pikir itu kalimat yang cukup "nakal" dan berani... Itu saya lihat waktu saya post kalimat itu ke twitter... Beberapa teman saya langsung bingung, dan ada. Beberapa yang menolak, bahkan mengutuk saya, mungkin kita sering mendengar bahwa manusia berusaha dan tuhan yang menentukan, dan itu telah mengakar ke dalam otak kita, mungkin teraplikasikan ke mental kita..

Ya,
Mungkin itu yang malam ini akan saya bahas...
"Kurang ajar" mungkin itu yang akan kita ucapkan kalo denger kalimat itu, atau bahkan tertawa menganggap ga masuk akal...

Kita ambil cerita...
Saya mengutip ayat, QS: albaqoroh ayat 30 (untung saya pernah sekolah di pondok hehe) allah menciptakan kita sebagai khalifah (pemimpin) di bumi ini...
Poin pertama bahwa kita tidak di ciptakan untuk menjadi seorang yang kesusahan, bodoh, jahat, miskin, penyakitan, bahkan terpuruk tidak berdaya...
Tuhan telah memberi kesempatan hidup, meniupkan nyawa dan memberikan apa yang kita butuhkan...

Poin kedua adalah asma alhusnah, tuhan mempunyai sifat ADIL... Adil saudara-saudara ku..kita pasti tahu arti kata adil walau sulit untuk melakukannya..
Coba kita pikirkan lagi.. Adil tidak ketika seseorang sudah berusaha mati-matian tapi harus pasrah oleh ketentuan... Ingat tuhan mungkin hanya menentukan takdir kelahiran, jenis kelamin, dan kematian. Jodoh dan rezeki walau dikatakan ditangan tuhan, tapi kita lah yang harus mengambilnya. Ingat poin pertama, tuhan tidak menciptakan penjahat. Tetapi kita lah yang menentukan ingin jadi apa.
Ada hak kita sebagai hamba untuk meminta, untuk menentukan.
Saya ingat kata ustadz(guru) saya di pondok. "Berdoa lah, ada 3 kejadian setelah doa yaitu dikabulkan, diganti, dan ditunda"

Jadi saya masih menganggap bahwa tuhan berusaha, manusia menentukan.
Saya yang akan menentukan akan jadi apa... Saya meminta, dan tuhan pasti mengabulkan...
Amiin...

*untuk sebuah sikap optimis, berani, dan bermimpi besar..

Jumat, 03 September 2010

saat ini datang

*lama juga ya ga nulis lagi di blog...

Jadi pengen nulis lagi gara2 liat buku catetan ku yang diambil alih hak milik nya sama ibu ku...
Haha

Ya, disitu aku baca lagi catetan kecil skitar taun 2004-2005, waktu masih jadi santri assalaam, ketua konsul A'steady (miss that moment), sampe akhirnya buku catetannya ga tau kemana.. Hehehe
Tulisan ku ternyata ga sendiri, disitu ibu ku juga ikut nulis... Nulis tentang nya, aku dan adik ku... (Curhatannya lah)

Tiba2 langsung flashback aja..
Gimana abu-abu nya harapan saat itu.. Gimana tertutup nya orang yg dicintai.. Dan momentum yg banyak terlewat..
Aku yang ternyata harus terseret dan di kendalikan oleh keinginan seseorang dan "diselamatkan" untuk tidak terluka...
Aku selalu dilindungi, dan tak dibiarkan untuk menerjang hari-hari ku...

Hehehe...
Itu semua masa lalu...
Sekarang aku disini, dengan apa yang aku punya, menyadari kalo saat ini harus datang
Saat dimana aku diminta untuk menjaga, memberi, dan bertanggung jawab.
Saat dimana aku harus mengartikan dan melakukan cinta.
Saat dimana aku harus menulis kembali skenario cerita ku...

Aku hanya punya waktu satu detik untuk mengambil keputusann dan menjawab...
Satu detik saja..
Karena saat ini sudah datang...


For my beloved persons
(Ibu, dinda, gandess)

Senin, 15 Maret 2010

*part.2 setelah saya baca cerita itu, sahabat saya jelasin ke saya kalo itu cerita dari kakak laki-lakinya, dia menjelaskan bahwa ada persepsi, cara berfikir, dan emosi yang berbeda antara wanita dan pria. ya ujung-ujungnya pasti ada asumsi kalau wanita adalah mahluk yang emosional dan pria mahluk yg logical.. "kok bisa?" sahabat saya lalu menceritakan lanjutan ceritanya...

yang sebenarnya pria itu lakukan adalah bersenandung sambil melihat serangga di tembok kayu, sang pria tak berfikir apapun, yang ada hanya menikmati apa yg dilakukan nya. Dan bukan seperti apa yang dipikirkan kekasihnya...

* saya sebenarnya tertawa oleh cerita sahabat saya, dalam hati saya bilang
"ga penting banget..."

tapi,
saya punya poin tersendiri, yaitu...
ada perbedaan, ada waktu, dan ada "bahasa" yang menghubungkannya...

thanks...

dulu, sahabat saya tanya ke saya, "chan, kamu knapa? ada masalah?". Saya jawab "ga apa-apa.." berapa lama lagi dia tanya lagi "kenapa beda gitu? diem aja.." saya yang merasa biasa aja dan ga punya masalah apa-apa cuma bingung, apa ada yg salah sama saya? hehehe dan akhirnya sahabat saya mungkin merasa jengkel, bete, atau apalah namanya... saya jadi ngerasa aneh. padahal bener, saya ga ada masalah.. berapa hari, dia post cerita buat saya..

ada seorang wanita melihat kekasihnya duduk, terlihat merenung, dngan muka tanpa ekspresi, dan bhkan tak sadar kalau sedang dperhatikan.
sang wanita menjadi sdih melihat kekasih nya seperti itu.
hati sang wanita menjadi gundah, ia berfikir bahwa kekasihnya tak bahagia dengan nya, brfikir bhwa kkasihnya marah padanya, brfikir bhwa ia tak bs membhagiakan kekasihnya. sang wanita pun menangis dan memilih untuk menyendiri...


part.1

Minggu, 14 Maret 2010

buku tentang kisah lalu.....

yang lalu yang terlupakan.....

http://ochanzresearch.blog.friendster.com

menemani, mendengar, diam, dan tak bicara

hey malam,

terima kasih karena mau ku temani disaat aku benar2 ingin terus berbicara, memaki, melampiaskan “sesuatu” yang selalu ku tutupi dengan senyuman sok manis….

terima kasih karena kau mau mendengar ku bernyanyi, walaupun aku tak mengeluarkan harmonik nada indah, mendengar ku bercerita tentang munafik,tekanan,dan kerinduan karena tak ada satupun yang mengerti…

terima kasih karena kau diam disaat aku ingin tak ada yang bicara saat ku bercerita, menyadari aku tak butuh siapa-siapa malam itu. aku yakin kau diam karena kau setuju padaku…

terima kasih karena kau tak bicara, kau tak bicara kisahmu. kau hanya mendengar,mendengar,dan mendengar…memberikan gelapmu untuk menyadari indahnya cahaya. memberi waktumu untuk menikmati mimpi. tanpa meminta apapun. kau benar-benar tak bicara..tapi kau memperlihatkan ku bahwa karena kau lah cahaya itu berguna…

terima kasih malam..aku rindu bersamamu lagi,disaat semua membawa terpejam mimpi yang ada.

terima kasih karena kau menemani, mendengar, diam, dan tak bicara untukku…

buat aku tersenyum....

hei,,mulai dengan pikiran-pikiran yang membuat aku tertawa...

mulai dari tempat ku berpijak sampai ke tempat dimana ku tak bisa menjangkaunya...

mulai dari yang aku miliki sampai sesuatu yang aku tak ingin untuk ku miliki lagi...

mereka seperti bertanya, bagaimana jika mereka mendatangiku, menyapaku, atau sejenak mengajak bercanda...

tapi, mereka pasti tak inginkan ku setelah tahu siapa aku...aku punya jalan sendiri, pikiran sendiri, dan mereka tak bisa merusaknya...

semua yang ku punya begitu sempurna, sayang sekali untuk mengakhirinya, atau sejenak meninggalkannya...aku ingin tetap seperti ini, aku yang seperti ini...

pergilah kamu tempat yang dimana lantai marmer mengalasinya, dimana lampu kristal menyinari setiap pojok ruangan, dimana sejuknya tempat itu membuat aku terbuai..

karena aku ingin terus menatap mentari, ataupun sinarnya yang dipantulkan kepada bulan yang seakan mengatakan bahwa mentari itu tidak pergi walau gelap datang..

pergilah jauh...aku tak ingin yang seperti itu...

disini surga ku,,jadi tinggalkan aku dengan mimpi-mimpiku disini...tinggalkan aku dirumahku ini...

disini terlalu sempurna..dan selalu buat aku tersenyum..


rewrite....

Kamis, 18 Februari 2010

aku ada bukan untuk merubah yang pernah ada... ( di depan kampus dah ada tenda untuk acara wisuda, teman2ku besok wisuda, mereka lulus, dan aku belum. hehe belum waktunya...)

total capek untuk hari ini,
ujian banget, buat fisik, mood, emosi, dan ksabaran..
bukan brati ini hari yg buruk,
sbaliknya hari ni tetap di buat indah,

setiap ada luka, masalah, ketakutan, aku slalu brfikir hari esok adalah penyembuhnya,
hari esok yg penuh mimpi, dan target yg harus dtepati.
:)

aku ga bisa mrubah hal buruk itu, dan untuk apa..
biarkan mereka terganti dngan indahnya esok hari
:)

GHE

Selasa, 02 Februari 2010

menuju saat itu... part.1

aku ga bisa ngukur waktu, kapan itu akan terjadi, aku ga bisa tau..

aku ga bisa melihat waktu, apa yg akan terjadi, aku ga bisa tau..




*to be continue...

Minggu, 31 Januari 2010

aku hidup dengan mereka (part.2) *tulisan ini di buat beberapa bagian karena terbatasnya karakter dalam mengetik hehe

...
ya, aku hidup dengan mereka,
yg menganggap apa yg mreka dapat bukan karena mreka bisa, bkn krena mreka hbat. tp karena kbruntungan.. dan mreka tetap tak berfikir luas dan tak bsyukur...


aku hidup dengan mereka,
mereka yg kalah, mereka menyalahkan orang lain, dan yg palin parah adalah, pcya bhwa kalah adalah takdirnya..

aku hidup dengan mereka,,
aku harus memilih,
karena mungkin aku salah satu dari mereka.
think out of box..

aku hidup dengan mereka (part.1)

hari ini msh bnyak yang tak prcaya kalo ga ada yang bisa membatasi nalar manusia..
ya mereka hanya terbatas pada kendala dan tak percaya diri.

aku hidup dengan mereka,
yg selalu berpikir diluar nalar, tak menyerah, dan mereka dapat apa yang mereka percaya..

aku hidup dengan mreka,
yang slalu berfikir dan terpaku pada kendala, membatasi pikiran dan kemanpuan mreka. dan mereka tak sdar kalau telah kalah dalam berperang..

to be continue..

Jumat, 22 Januari 2010

bukan jurnal harian

bangun tidur, cuci muka, brangkat latian band, jemput-anter adek, ke bank ketemu pacar, gagal bayar kuliah, pulang, mandi, jumatan, pergi ketemu pacar, ke gdung pusat, antri, nego bayar kuliah, ke bank lagi bayar kuliah, ke kampus validasi, isi bensin, ke tukang foto, makan, ke amplas ga ada SH, k empire nnton sherlock holmes, ambil motor, pulang, mandi, tidur, bangun lagi, makan...

endingnya...
:)

Selasa, 19 Januari 2010

tunggu, ia terbit...

hanya beberapa jam..
beberapa menit..
dan beberapa detik..
smua terbatas, sangat.
begitu singatnya waktu,

tetapi imaji, harapan, mimpi, doa, dan semangat mampu menembus itu semua...
keluar, dan brhasrat untuk d capai,
menembus satuan ruang dan waktu,
menciptakan gerak, untuk berfikir, dan menjalani..
atau menjalani, dan berfikir...

ya, kita memiliki sesuatu yg luas dan tak terbatas...

apa kita masih tetap mengeluh dan menyerah?